THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 20 Juni 2011

“REFLEKSI FILSAFAT DALAM KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH”

Filsafat dapat diartikan sebagai olah pikir manusia. Sedangkan pendidikan dapat diartikan sebagai usaha konkret yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu yang bermanfat untuk kehidupannya guna mendapatkan masa depan yang cerah. Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten.

Filsafat pendidikan merupakan bagian dari filsafat pengetahuan yang secara spesifik mengkaji tentang pendidikan. Sedangkan filsafat matematika adalah segala pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan matematika, serta hubungan matematika dengan segala segi dari kehidupan manusia.
Ada tiga landasan dalam mempelajari filsafat, tak terkecuali filsafat matematika yaitu: 1) Ontologi matematika; 2) Epistemologi matematika; 3) Aksiologi matematika.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa filsafat pendidikan matematika merupakan bagian filsafat pendidikan yang mengkaji masalah matematika. Artinya segala macam proses pembelajaran yang ada dalam pendidikan matematika dipelajari juga dalam filsafat pendidikan matematika. Manfaat mempelajari filsafat pendidikan matematika, antara lain:
1) Dapat menambah pengetahuan tentang sejarah dan penemuan-penemuan matematika.
2) Dapat menambah pengetahuan dalam berolah kata/bahasa, sehingga menambah kemampuan kita dalam mengajar dan memudahkan anak menerima pelajaran.
3) Dapat menambah pengetahuan bagaimana cara mengajar yang baik, dengan mengetahui metode-metode yang sesuai dalam proses pembelajaran dalam berbagai kondisi tertentu.
4) Dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita dalam mengembangkan kurikulum matematika di sekolah dengan adanya inovasi pendidikan dalam PBM.
5) Dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita untuk lebih mengetahui karakter peserta didik dalam proses pembelajaran.

Lalu apakah ada hubungan antara filsafat pendidikan matematika dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah? Tentu saja ada. Filsafat pendidikan matematika mencakup segala tentang matematika dan pendidikan matematika. Sedangkan kita tahu bahwa semenjak dari jenjang sekolah paling rendah yaitu TK hingga jenjang tertinggi yaitu SMA bahkan di bangku perkuliahan, kita mendapatkan mata pelajaran matematika.
Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, saat itulah secara tidak langsung dan sadar ataupun tidak, filsafat pendidikan matematika diterapkan.
Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsepsi seseorang. Struktur-konsepsi membentuk pengetahuan bila konsepsi ini berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang. Dalam kegiatan belajar-mengajar matematika, siswa harus aktif. Guru berrtindak sebagai mediator dan fasilitator. Hal ini dikarenakan mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.

Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang–lambang matematika bersifat ”artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan padanya. Tanpa itu matematika hanya merupakan kumpulan rumus–rumus yang mati. Menurut Alfred North Whitehead bahwa yang paling sukar untuk menjelaskan kepada seseorang yang baru belajar matematika. Yang dipelajari dalam matematika adalah berbagai simbol dan ekspresi untuk mengkomunikasikannya. Inilah sebabnya, banyak pakar mengelompokkan matematika dalam kelompok bahasa, atau lebih umum lagi dalam kelompok (alat) komunikasi, bukan sains.
Hal yang mempengaruhi proses belajar mengajar matematika, yaitu: bagaimana siswa belajar, bagaimana guru mengajar, apa yang harus dicapai oleh siswa, dan bagaimana guru menilainya. Dalam belajar matematika, setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda.
Sementara itu, bagaimana guru mengajar, menentukan sasaran yang harus dicapai siswa, dan bagaimana hasil kerja siswa dinilai biasanya menyesuaikan dengan karakter guru yang mengajar serta metode dan pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Sumber referensi:
http://arinimath.blogspot.com/2008/02/definisi-matematika.html
http://mymath-math.blogspot.com/
http://www.alfijath.com/blog/content/matematika-dan-filsafat

0 komentar: